Sabtu, 30 Januari 2010

KUNCI UAS PRAKTIKUM BIOKIMIA

1.a.(i) Polisakarida, (ii) Gula pereduksi (monosakarida dan disakarida kecuali sukrosa), (iii) monosakarida

1.b.KI atau Iod, menghasilkan senyawa berwarna ungu atau biru tua sampai hitam

2.a.Karena fruktosa dan glukosa termasuk kelompok monosakarida dan mampu mereduksi ion Cu2+

2.b.Ion Cu2+

3.a.CuO

3.b.Karena kadar glukosanya terlalu rendah atau karena jumlah reagen benedictnya terlalu sedikit, hasil ini tetap dianggap positif

4.a.Karena dalam air tebu terkadang lebih banyak sukrosanya (bukan gula pereduksi) dan glukosanya sedikit sehingga reaksi dengan benedict negatif, terkadang kadar glukosanya cukup tinggi sehingga bisa bereaksi dengan benedict (positif)

4.b.Untuk mempercepat terjadinya reaksi

5.a.Fruktosa dan glukosa

5.b.Sukrosa

6.a.21 menit

6.b. Amilum 1%, HCl 2N, KI atau Iod, benedict.

7.a. Untuk memastikan bahwa senyawa hasil hidrolisis amilum telah menjadi glukosa (monosakarida)

7.b. Memutuskan ikatan antar unit-unit monomer amilum (polisakarida) dengan asam kuat HCl dan mendeteksi hasil hidrolsisinya dengan reaksi warna terhadap iod dan konfirmasi dengan reaksi warna terhadap benedict.

8.a.Putusnya ikatan glikosida antara monomer fruktosa dan glukosa

8.b.Skema kerja : Penyatuan larutan asam kuat HCl (penghidrolisis) dengan larutan sukrosa ……pemanasan campuran……..penambahan reagen pendeteksi monosakarida (benedict)……… pemanasan larutan…… observasi warna larutan ……….pencatatan dan interpretasi hasil

9.a. Konsentrasinya 2N

9.b. HCl pekat

10.a.Karena sukrosa termasuk disakarida dan golongan gula nonpereduksi yang memperlihatkan reaksi negatif terhadap reagen benedict

10.b. Jika digunakan disakarida lain maka baik perlakuan dengan senyawa penghidrolisis (HCl) maupun tanpa perlakuan tetap akan memperlihatkan reaksi yang positif terhadap benedict sehingga sulit diinterpretasikan

11.a. Karena lipid tersusun atas atom-atom C, H, O yang menjadi karakter kimiawi senyawa organik

11.b. Lipid tidak larut dalam air tetapi larut sempurna dalam kloroforom

12.a.Molekul-molekul lipid dan kloroform saling berdekatan dengan formasi yang bercampur baur

12.b. Pada uji kelarutan digunakan dua fasa zat yaitu lipid dan senyawa kelompok pelarut sedangkan pada uji emulsi digunakan tiga fasa yaitu dua larutan yang tidak saling terlarut dan satu senyawa emulgulator

13.a.Minyak goreng, aqudest, Na2CO3, deterjen, albumin 2%, cairan empedu katak

13.b. Terdispersinya molekul-molekul dari dua larutan yang sebelumnya tidak larut satu sama lain

14.a.Karena asam lemak bebas dalam minyak akan bereaksi membentuk sabun. Rumusnya Na2CO3

14.b.Garam-garam mineral yang berperan sebagai emulgulator

15.a.Molekul emulgulator akan berikatan baik dengan molekul lemak maupun air dan juga mengurangi tegangan permukaan

15.b.dua contohnya adalah : Reaksi emulgulator deterjen dalam mencuci kotoran, reaksi emulgulator garam empedu dalam pencernaan lipid di usus halus

16.a.Caranya diambil putih telur yang dianggap sebagai albumin 100% sebanyak 0.2 ml (4 tetes) kemudian ditambahkan aquades hingga volume larutan menjadi 10 ml lalu diaduk hingga homogen

16.b.Atom C, H, O, N, S, P

17a.

No.

Pelarut

Hasil Uji Kelarutan

1.

HCl 10%

Terlarut

2.

NaOH 40%

Terlarut

3.

Alkohol 96%

Tidak larut /koagulasi

4.

Kloroform

Tidak larut/koagulasi

5.

Aquadest

Terlarut

17.b.Protein larut dalam senyawa asam, basa, dan air tetapi tidak larut dalam pelarut organik

18.a.Mantel air yang menyelubungi molekul-molekul protein ditarik oleh senyawa lain seperti etanol dll

18.b.Koagulasi terjadi karena hilangnya mantel air dari molekul protein, sedangkan denaturasi terjadi karena kerusakan struktur primer protein

19.a.Garam, logam berat, asam organik

19.b.Prinsipnya adalah dengan menambahkan senyawa garam, logam berat atau asam organik terhadap larutan protein maka akan menganggu stabilitas ion-ion, pH dan stabilitas struktur protein sehingga akan terjadi endapan yang dapat diamati di dasar tabung reaksi

20.a.Mendeteksi ikatan peptida yang cukup panjang atau polipeptiptida (protein)

20.b.Terbentuknya warna ungu pada larutan

21.a.Karena uji ninhidrin mendeteksi asam amino sedangkan uji biuret mendeteksi polipeptida

21.b.Karena reaksi ninhidrin dengan asam amino bebas akan berlangsung jika suhu panas (100oC atau lebih)

22.a.Terbentuknya warna ungu

22.b.Terdapat senyawa asam amino bebas kelompok alfa amino

23.a.Warna kuning

23.b. Albumin, gelatin, casein, pepton, ninhidri

24.Penyiapan larutan protein yang akan diuji……………pencampuran dengan reagen ninhidrin………reaksi dengan pemanasan (100oC lima menit)………..pendinginan……..observasi warna larutan……pencatatan hasil

25.a.Konsentrasinya 0.1%

25.b.Ditimbang ninhidrin padat sebanyak 0.1 gram lalu dilarutkan dengan aquadest hingga volumenya mencapai 100 ml.

26.a.Prinsip kerjanya : Mengetahui jarak migrasi asam amino dengan melalukannya pada kertas kromatografi sebagai fase diam dengan bantuan eluen sebagai fase bergerak yang kemudian dideteksi dengan pewarna ninhidrin sehingga diperoleh pita-pita dan dapat diukur jarak migrasi dan migrasi relatifnya.

26.b.Komposisinya : n-butanol : asam asetat glasial : aquadest dengan perbandingan 4 : 1 :5

27.a.Nilai Rf adalah jarak migrasi relatif suatu molekul yang diperoleh dengan membagi jarak migrasi molekul tersebut dengan jarak migrasi pelarutnya

27.b.Berat molekul, sifat kelarutan, kompleksitas struktur molekul

28. Penyiapan kertas kromatografi ------ peletakan (aplikasi) sampel asam amino ke kertas kromatografi ---- running atau pelaluan pada sistem kromatografi yang terisolasi ------- pengeringan hasil kromatografi ----- pewarnaan pita dengan ninhidrin ------- pengukuran jarak migrasi dan Rf asam amino ---- interpretasi data

29.a.L-tirosin dan glisin atau lisin

29.b.Karena ukuran pori-pori pada kertas whatman sudah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai untuk melalukan molekul-molekul asam amino secara tepat, sedangkan kertas merang dan HVS porinya tidak ideal untuk melalukan molekul tersebut sehingga akan diperoleh pita-pita yang salah (tdk representatif).

30.a.Agar ninhidrin dapat bereaksi dengan asam amino pada kertas kromatografi karena reaksi tersebut baru akan terjadi jika suhu tinggi

30.b.Karena eluen mudah menguap sehingga jika terbuka eluen akan habis menguap, juga agar sistem menjadi jenuh dengan uap eluen.

31.a.Karena enzim tersebut mengalami denaturasi akibat efek suhu panas sehingga tidak dapat bekerja lagi

31.b.Katalase bekerja optimum pada suhu 37-40oC dan pH netral

32.a. Karena jaringan hepar banyak mengandung lisosom dimana terdapa enzim katalase (peroksidase)

32.b.jaringan yang segar dan banyak mengandung organel lisosom

33.a.pH 1 dengan HCl 0.4%, pH netral dengan aquadest, pH 9 dengan Na2CO3 1%

33.b.Dilakukan pengambilan sampel peroksida dengan pipet tetes sebanyak 50 tetes.

34.a.Suhu 0oC, suhu 25-30oC, suhu 37-40oC, suhu 75-80oC, suhu 100oC

34.b.2H2O2 (l) -----katalase-----2H2O (l) + O2(g)

35.a.Prinsip kerja : mengukur laju aktivitas enzim katalase dari hepar pada substrat peroksida melalui pengamatan kuantitas gelembung oksigen yang terbentuk pada level suhu dan pH yang berbeda-beda

35.b.Akan berbeda karena kerja enzim sangat terkait dengan kondisi habitat normal dari suatu spesies, Rana sp. lebih banyak tinggal di lingkungan bersuhu rendah (air) daripada Bufo sp. yang banyak hidup di darat.

36.a.Caranya adalah dengan melihat tingkat intensitas warna larutan hasil reaksi yang dihasilkan karena semakin pekat warnanya artinya semakin tinggi kadar vitamin C nya.

36.b.Karena vitacimin juga mengandung asam askorbat atau vitamin C yang dapat mereduksi ion Cu2+ dari benedict menjadi CuO yang berwarna merah bata.

37.a.Fenol + O2 ------enzim PPO-------- Fenoloksida + H2O2 (fenoloksida berwarna coklat)

37.b.Asam askorbat akan bereaksi dengan oksigen dan akan menghambat kerja enzim PPO sehingga reaksi oksidasifenol tidak terjadi

38.a.Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang bisa menghasilkan substansi-substansi berbahaya dari hasil oksidasi misalnya peroksida dan radikal bebas. Contoh antioksidan : tein dari teh, beta karoten dari wortel

38.b.Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersifat reaktif terhadap berbagai senyawa atau molekul lain karena masih memiliki gugus aktif yang bebas (belum berpasangan) dan jika bereaksi dengan molekul lain akan membentuk produk-produk kimiawi yang berbahaya secara fisiologis.

39. a.Nama lengkap asisten dan Angkatannya : …………………………

39. b.Nama asisten favorit : …………………………………..

40.a.Nama dosen yang terlibat dalam praktikum biokimia

40.b.Komentar ttg dosen…….

Siput laut Elysia chlorotica Siput Pertama Berbadan Setengah Flora Setengah Fauna


Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya, siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan.

Para ilmuwan memperkirakan, siput cerdik tersebut mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen "curian", mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

"Hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa," kata Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik tersebut, yang telah resmi dinamakan Elysia chlorotica, selama 20 tahun.

Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 Januari 2010, pada pertemuan tahunan Komunitas Integratif dan Perbandingan Biologi di Seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal Science. "Ini pertama kalinya hewan multiseluler bisa menghasilkan klorofil," tutur Pierce.

Siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Selain "mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.

"Kami mengumpulkan sejumlah hewan tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan," kata Pierce, "Asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan)."

Para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.

Anak-anak dari siput yang sudah "mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa "mencuri" cukup kloroplas. Sejauh ini, kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum bisa memastikan, bagaimana hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.

"Mungkin saja DNA dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui," ungkap Pierce.
(Rewrited by Putra S from Kompas Cyber Media)

Kamis, 28 Januari 2010

DAFTAR NILAI UAS PRAKTIKUM BIOKIMIA 2009/2010

MAHASISWA YANG BERBAHAGIA...INILAH NILAI PRAKTIKUM MURNI SAUDARA...SELAMAT SEMUANYA...YANG NILAI TINGGI SELAMAT TELAH BERHASIL, YANG NILAI RENDAH SELAMAT MENGULANG TAHUN DEPAN...KAMI SELALU BERSEDIA MEMBANTU ANDA.....
No. BP Nama
NILAI
1 07133047 Nicky Hidayat 32.38
2 0810412004 Nadra Khairiah 64.00
3 0810421001 Dina Wahyuna 37.00
4 0810421002 Yulizah 48.67
5 0810421003 Kurnia Ilham 24.75
6 0810421005 Azizah Nurmalinda 57.50
7 0810421006 Weni Yuliana 32.40
8 0810421007 Dwinda Kurniasih 47.78
9 0810421009 Widia Rahmatullah 61.50
10 0810421010 Mida Yulia Murni 53.10
11 0810421011 Uci Mela Sari 62.00
12 0810421012 Dwi Anggia Y 31.00
13 0810421013 Nadia Budiana 41.25
14 0810422008 Anna Febri Hastuti 41.11
15 0810422014 Ayu Andira 28.80
16 0810422015 Fadhilah Rahmah 40.00
17 0810422016 Rahmi Hulyati 47.70
18 0810422017 Anzharni Fajrina 74.25
19 0810422019 Sari Anggraini 75.00
20 0810422020 Nurul Aida 33.50
21 0810422021 Yunila Berliana 48.00
22 0810422025 Bobby Hariadi 38.80
23 0810422026 Nanda Putri 36.40
24 0810422028 Gita Prima Y 51.10
25 0810422029 Esa De Safela 27.00
26 0810422030 Radillah Silmiah 44.40
27 0810422031 Dwi Nofa Rina 42.00
28 0810422032 Heru handika 36.00
29 0810422036 Nur'aini 45.78
30 0810422037 Viona Novelia 65.75
31 0810422038 Indah Asmayanur 53.10
32 0810422041 Ramza Seswati 58.50
33 0810422042 Syami Nilawati 40.00
34 0810422043 Ravelino Nesty 31.00
35 0810422046 Ryki Periwaldi 58.44
36 0810422047 Ainul Mardhia 33.78
37 0810422048 Izil Okdianto 36.44
38 0810422051 Inda Dwi Solina 39.25
39 0810422052 Rahmi Fitri 35.56
40 0810422054 Beni Arengga 30.60
41 0810422055 Revi Novila Shinta 62.50
42 0810422056 Rahmi Adilla 46.67
43 0810422066 Khairinnisa 42.00
44 0810422098 Sarifatul Husna 38.60
45 0810422112 Melissa Sandra Lucia 47.56
46 0810422113 Eron Swandra 53.75
47 0810422114 Rizia Irsa 49.00
48 0810422115 Ade Adriadi 34.25
49 0810422116 Yosi Rahman 45.78
50 0810423063 Devi Syafriyani 26.50
51 0810423065 Herdina Putra 24.25
52 0810423067 Gita Herliza Sari 19.25
53 0810423068 Febry Fihendra Musa 29.10
54 0810423070 Solviana 42.80
55 0810423071 Silvi Olivia Hanum 22.25
56 0810423072 Rizky Paramita N 50.88
57 0810423073 Lili Dian Pertiwi 20.50
58 0810423074 Hartini Rahma Yani 54.22
59 0810423075 Agung Putra Utama 39.00
60 0810423076 Cici Wulandari 34.00
61 0810423080 Aulia Muhradi Delta 28.44
62 0810423083 Nendi Syafrina 40.00
63 0810423086 Rara Oktara 47.50
64 0810423089 Santi Indra Nila 21.00
65 0810423091 Husna R Fitri 29.75
66 0810423092 Indah Deswita 34.40
67 0810423095 Diyona Putri 44.00
68 0810423097 Leni Marlina 36.75
69 0810423101 Nofri Sea Mega 24.25
70 0810423102 Reszi Juniarmi 36.22
71 0810423106 Kartika Indah P. Sari 46.60
72 0810423110 Rista Novalinda 30.22
73 04133051 Fachrul Reza 37.00
74 05133013 Hari Kepsil 42.00
75 05133058 Gemala Dina Astia 23.00
76 05933025 Yelly Arie Puspita 44.00