1.a.(i) Polisakarida, (ii) Gula pereduksi (monosakarida dan disakarida kecuali sukrosa), (iii) monosakarida
1.b.KI atau Iod, menghasilkan senyawa berwarna ungu atau biru tua sampai hitam
2.a.Karena fruktosa dan glukosa termasuk kelompok monosakarida dan mampu mereduksi ion Cu2+
2.b.Ion Cu2+
3.a.CuO
3.b.Karena kadar glukosanya terlalu rendah atau karena jumlah reagen benedictnya terlalu sedikit, hasil ini tetap dianggap positif
4.a.Karena dalam air tebu terkadang lebih banyak sukrosanya (bukan gula pereduksi) dan glukosanya sedikit sehingga reaksi dengan benedict negatif, terkadang kadar glukosanya cukup tinggi sehingga bisa bereaksi dengan benedict (positif)
4.b.Untuk mempercepat terjadinya reaksi
5.a.Fruktosa dan glukosa
5.b.Sukrosa
6.a.21 menit
6.b. Amilum 1%, HCl 2N, KI atau Iod, benedict.
7.a. Untuk memastikan bahwa senyawa hasil hidrolisis amilum telah menjadi glukosa (monosakarida)
7.b. Memutuskan ikatan antar unit-unit monomer amilum (polisakarida) dengan asam kuat HCl dan mendeteksi hasil hidrolsisinya dengan reaksi warna terhadap iod dan konfirmasi dengan reaksi warna terhadap benedict.
8.a.Putusnya ikatan glikosida antara monomer fruktosa dan glukosa
![]()
![]()
![]()
![]()
8.b.Skema kerja : Penyatuan larutan asam kuat HCl (penghidrolisis) dengan larutan sukrosa ……pemanasan campuran……..penambahan reagen pendeteksi monosakarida (benedict)……… pemanasan larutan…… observasi warna larutan ……….pencatatan dan interpretasi hasil
9.a. Konsentrasinya 2N
9.b. HCl pekat
10.a.Karena sukrosa termasuk disakarida dan golongan gula nonpereduksi yang memperlihatkan reaksi negatif terhadap reagen benedict
10.b. Jika digunakan disakarida lain maka baik perlakuan dengan senyawa penghidrolisis (HCl) maupun tanpa perlakuan tetap akan memperlihatkan reaksi yang positif terhadap benedict sehingga sulit diinterpretasikan
11.a. Karena lipid tersusun atas atom-atom C, H, O yang menjadi karakter kimiawi senyawa organik
11.b. Lipid tidak larut dalam air tetapi larut sempurna dalam kloroforom
12.a.Molekul-molekul lipid dan kloroform saling berdekatan dengan formasi yang bercampur baur
12.b. Pada uji kelarutan digunakan dua fasa zat yaitu lipid dan senyawa kelompok pelarut sedangkan pada uji emulsi digunakan tiga fasa yaitu dua larutan yang tidak saling terlarut dan satu senyawa emulgulator
13.a.Minyak goreng, aqudest, Na2CO3, deterjen, albumin 2%, cairan empedu katak
13.b. Terdispersinya molekul-molekul dari dua larutan yang sebelumnya tidak larut satu sama lain
14.a.Karena asam lemak bebas dalam minyak akan bereaksi membentuk sabun. Rumusnya Na2CO3
14.b.Garam-garam mineral yang berperan sebagai emulgulator
15.a.Molekul emulgulator akan berikatan baik dengan molekul lemak maupun air dan juga mengurangi tegangan permukaan
15.b.dua contohnya adalah : Reaksi emulgulator deterjen dalam mencuci kotoran, reaksi emulgulator garam empedu dalam pencernaan lipid di usus halus
16.a.Caranya diambil putih telur yang dianggap sebagai albumin 100% sebanyak 0.2 ml (4 tetes) kemudian ditambahkan aquades hingga volume larutan menjadi 10 ml lalu diaduk hingga homogen
16.b.Atom C, H, O, N, S, P
17a.
| No. | Pelarut | Hasil Uji Kelarutan |
| 1. | HCl 10% | Terlarut |
| 2. | NaOH 40% | Terlarut |
| 3. | Alkohol 96% | Tidak larut /koagulasi |
| 4. | Kloroform | Tidak larut/koagulasi |
| 5. | Aquadest | Terlarut |
17.b.Protein larut dalam senyawa asam, basa, dan air tetapi tidak larut dalam pelarut organik
18.a.Mantel air yang menyelubungi molekul-molekul protein ditarik oleh senyawa lain seperti etanol dll
18.b.Koagulasi terjadi karena hilangnya mantel air dari molekul protein, sedangkan denaturasi terjadi karena kerusakan struktur primer protein
19.a.Garam, logam berat, asam organik
19.b.Prinsipnya adalah dengan menambahkan senyawa garam, logam berat atau asam organik terhadap larutan protein maka akan menganggu stabilitas ion-ion, pH dan stabilitas struktur protein sehingga akan terjadi endapan yang dapat diamati di dasar tabung reaksi
20.a.Mendeteksi ikatan peptida yang cukup panjang atau polipeptiptida (protein)
20.b.Terbentuknya warna ungu pada larutan
21.a.Karena uji ninhidrin mendeteksi asam amino sedangkan uji biuret mendeteksi polipeptida
21.b.Karena reaksi ninhidrin dengan asam amino bebas akan berlangsung jika suhu panas (100oC atau lebih)
22.a.Terbentuknya warna ungu
22.b.Terdapat senyawa asam amino bebas kelompok alfa amino
23.a.Warna kuning
23.b. Albumin, gelatin, casein, pepton, ninhidri
24.Penyiapan larutan protein yang akan diuji……………pencampuran dengan reagen ninhidrin………reaksi dengan pemanasan (100oC lima menit)………..pendinginan……..observasi warna larutan……pencatatan hasil
25.a.Konsentrasinya 0.1%
25.b.Ditimbang ninhidrin padat sebanyak 0.1 gram lalu dilarutkan dengan aquadest hingga volumenya mencapai 100 ml.
26.a.Prinsip kerjanya : Mengetahui jarak migrasi asam amino dengan melalukannya pada kertas kromatografi sebagai fase diam dengan bantuan eluen sebagai fase bergerak yang kemudian dideteksi dengan pewarna ninhidrin sehingga diperoleh pita-pita dan dapat diukur jarak migrasi dan migrasi relatifnya.
26.b.Komposisinya : n-butanol : asam asetat glasial : aquadest dengan perbandingan 4 : 1 :5
27.a.Nilai Rf adalah jarak migrasi relatif suatu molekul yang diperoleh dengan membagi jarak migrasi molekul tersebut dengan jarak migrasi pelarutnya
27.b.Berat molekul, sifat kelarutan, kompleksitas struktur molekul
28. Penyiapan kertas kromatografi ------ peletakan (aplikasi) sampel asam amino ke kertas kromatografi ---- running atau pelaluan pada sistem kromatografi yang terisolasi ------- pengeringan hasil kromatografi ----- pewarnaan pita dengan ninhidrin ------- pengukuran jarak migrasi dan Rf asam amino ---- interpretasi data
29.a.L-tirosin dan glisin atau lisin
29.b.Karena ukuran pori-pori pada kertas whatman sudah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai untuk melalukan molekul-molekul asam amino secara tepat, sedangkan kertas merang dan HVS porinya tidak ideal untuk melalukan molekul tersebut sehingga akan diperoleh pita-pita yang salah (tdk representatif).
30.a.Agar ninhidrin dapat bereaksi dengan asam amino pada kertas kromatografi karena reaksi tersebut baru akan terjadi jika suhu tinggi
30.b.Karena eluen mudah menguap sehingga jika terbuka eluen akan habis menguap, juga agar sistem menjadi jenuh dengan uap eluen.
31.a.Karena enzim tersebut mengalami denaturasi akibat efek suhu panas sehingga tidak dapat bekerja lagi
31.b.Katalase bekerja optimum pada suhu 37-40oC dan pH netral
32.a. Karena jaringan hepar banyak mengandung lisosom dimana terdapa enzim katalase (peroksidase)
32.b.jaringan yang segar dan banyak mengandung organel lisosom
33.a.pH 1 dengan HCl 0.4%, pH netral dengan aquadest, pH 9 dengan Na2CO3 1%
33.b.Dilakukan pengambilan sampel peroksida dengan pipet tetes sebanyak 50 tetes.
34.a.Suhu 0oC, suhu 25-30oC, suhu 37-40oC, suhu 75-80oC, suhu 100oC
34.b.2H2O2 (l) -----katalase-----2H2O (l) + O2(g)
35.a.Prinsip kerja : mengukur laju aktivitas enzim katalase dari hepar pada substrat peroksida melalui pengamatan kuantitas gelembung oksigen yang terbentuk pada level suhu dan pH yang berbeda-beda
35.b.Akan berbeda karena kerja enzim sangat terkait dengan kondisi habitat normal dari suatu spesies, Rana sp. lebih banyak tinggal di lingkungan bersuhu rendah (air) daripada Bufo sp. yang banyak hidup di darat.
36.a.Caranya adalah dengan melihat tingkat intensitas warna larutan hasil reaksi yang dihasilkan karena semakin pekat warnanya artinya semakin tinggi kadar vitamin C nya.
36.b.Karena vitacimin juga mengandung asam askorbat atau vitamin C yang dapat mereduksi ion Cu2+ dari benedict menjadi CuO yang berwarna merah bata.
37.a.Fenol + O2 ------enzim PPO-------- Fenoloksida + H2O2 (fenoloksida berwarna coklat)
37.b.Asam askorbat akan bereaksi dengan oksigen dan akan menghambat kerja enzim PPO sehingga reaksi oksidasifenol tidak terjadi
38.a.Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah terjadinya reaksi oksidasi yang bisa menghasilkan substansi-substansi berbahaya dari hasil oksidasi misalnya peroksida dan radikal bebas. Contoh antioksidan : tein dari teh, beta karoten dari wortel
38.b.Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersifat reaktif terhadap berbagai senyawa atau molekul lain karena masih memiliki gugus aktif yang bebas (belum berpasangan) dan jika bereaksi dengan molekul lain akan membentuk produk-produk kimiawi yang berbahaya secara fisiologis.
39. a.Nama lengkap asisten dan Angkatannya : …………………………
39. b.Nama asisten favorit : …………………………………..
40.a.Nama dosen yang terlibat dalam praktikum biokimia
40.b.Komentar ttg dosen…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar